Cara Menyusui dan Mempersiapkan MPASI saat Ibu atau Keluarga menjadi ODP Coronavirus

Ibu ODP Coronavirus, apakah boleh menyusui dan mempersiapkan MPASI? Pertanyaan ini mungkin banyak diajukan, dan kebetulan saya ikut training yang menjawab hal ini.


Anjuran social distansing dan isolasi mandiri banyak digaungkan oleh pemerintah dan elemen masyarakat yang menyadari pentingnya hal ini. Mereka yang baru pulang bepergian, terutama dari daerah redzone seperti Jakarta atau Pati, harus mengisolasi diri. Pertanyaannya kemudian, apakah ibu ODP Coronavirus, masih boleh menyusui dan mempersiapkan MPASI?

Dr. dr. Diana Sunardi, MGizi, SpGK dalam training Bundafluencer 2020 di aplikasi Zoom memaparkan tentang Feeding preparation di keluarga dengan risiko Coronavirus. Jadi, ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Apakah Ibu Menyusui Bisa Menularkan Coronavirus pada Bayinya?


ASI dari Busui Suspect Corona

Menurut Dokter Diana, belum ada penelitian intensif mengenai ASI sebagai pembawa virus corona atau terkontaminasi virus sejak dari dalam tubuh ibunya. Virus ini tidak ditemukan dalam ASI, menurut penelitian terbatas terhadap busui penderita Covid-19, SARS-CoV maupun MERS-CoV. Jadi memang bisa dikatakan aman.

Alhamdulillah ya. Jadi ibu menyusui jangan membuang ASI karena takut menularkan virus jenis ini ke bayi/anaknya. 

InsyaAllah amaaaan....

Setahu saya, virus ini butuh host atau inang untuk hidup. 

Permukaan koran tidak membawa coronavirus
https://twitter.com/WHOIndonesia/status/1245882869169283072?s=20



Cara menyiapkan ASIP atau susu formula pada keluarga dengan kecenderungan Coronavirus yang tinggi.

Ibu menyusui suspect corona sebaiknya tidak menyusui bayinya secara langsung. Lebih baik menggunakan ASIP atau ASI Perah. Biarkan tenaga kesehatan atau keluarga yang tidak terkena virus yang memberikannya. Alasannya untuk meminimalkan kontak.

Tata cara menyiapkan ASIP dan atau susu formula pada keluarga risiko coronavirus tinggi tidak berbeda jauh dengan tata cara biasanya. Bedanya hanya cara cuci tangan yang harus benar-benar memastikan sudah bersih sebelum menyentuh botol/alat lainnya.



Bedanya lagi, alat atau botol harus disterilkan setiap akan memakai, menggunakan air panas. Bisa juga dengan merebusnya selama 5 menit.

Saat menanti botol steril, ibu harus mengulangi mencuci tangan kembali.


Proses sterilisasi sangat penting.



Sisanya, sama seperti cara yang biasa dilakukan, yaitu:


  1. Masak air sampai mendidih. Biarkan 5 menit sampai suhunya turun.
  2. Masukkan air yang sudah hangat tadi ke botol sesuai takaran.
  3. Masukkan susu formula sesuai takaran.
  4. Tutup botol lalu kocok sampai kedua bahan menyatu.
  5. Tutup rapat wadah susu. Gunakan maksimal 3 minggu setelah dibuka.


Jika menggunakan ASI Perah, cukup masukkan ASIP yang sudah siap pakai ke dalam botol tanpa dikocok. Atau bisa juga diberikan dengan cup feeder dan semacamnya.


Kunci utamanya adalah mencuci tangan sebelum dan setelah melakukannya.


Saya sudah memberikan cara mencuci tangan yang sesuai dengan standar WHO di artikel sebelumnya.

Cara Menyusui dan Memberi MPASI saat Ibu menjadi ODP Coronavirus


Aktivitas memompa ASI

Aktivitas memompa tidak berbeda jauh. Bedanya ada pada proses sterilisasi pada persiapan sampai selesai. Semua alat harus disterilkan dengan merebusnya atau merendam dengan air panas. 




Dalam mempersiapkan ASI perah baik manual ataupun elektrik, ibu harus mencuci tangannya dahulu sebelum menyentuh bagian dari pompa atau botol dan mengikuti prosedur pencucian/pembersihan pompa setelahnya.

Yang perlu diperhatikan adalah simpan susu ke dalam wadah yang sesuai standar dan pastikan menghindari plastik yang mengandung bisphenol A (BPA) yang dalam kode recycle ditandai dengan angka #7.

Mempersiapkan MPASI

Bersih dan steril adalah standar utama dalam mempersiapkan MPASI di rumah yang sedang mengisolasi diri. Bahan makanan yang bersih dan peralatan makan yang steril.

Maaf saya tergoda memberikan foto ini sebagai ilustrasi

Tambahan lagi, yang perlu diperhatikan, yaitu jangan berikan makanan mentah pada bayi/anak pada saat ini. Pastikan semua sudah direbus selama 30 menit. Suhu 60 derajat celcius sudah efektif untuk membunuh virus.

Pengolah makanan dapat menularkan virus melalui batuk atau bersin, ataupun melalui kontak tangan.  Sehingga sangat penting melakukan/menjaga personal hygiene.

Membuat MPASI yang tepat:

1. Cuci tangan
2. Sterilkan peralatan makan
3. Pisahkan makanan mentah dan matang
4. Masak bahan dengan benar
5. Pertahankan suhu yang digunakan dengan benar
6. Gunakan bahan makanan dan air yang sehat
7. Berikan makanan yang baru matang
8. Masukkan sisa masakan ke dalam wadah yang tertutup rapat.

Seperti itulah cara menyusui dan cara mempersiapkan MPASI saat ibu atau sekeluarga menjadi ODP atau Orang Dalam Pantauan. Jadi jangan cemas, tetap jaga kesehatan, pastikan selalu membersihkan badan dan sekitar, serta jaga imunitas dengan cukup makan, cukup istrirahat dan tenang.

Posting Komentar

12 Komentar

  1. Dilema juga ya, tapi untung tetap bisa kasih ASI walau perah. Kalau MPASI kan istilahnya bisa dibantu keluarga. Untung tetap ada solusi ya mba... Semoga semua mama sehat-sehat ya dan corona cepat berlalu

    BalasHapus
  2. Bagus sekali artikel ini, insya Allah bisa menjawab pertanyaan banyak org ttg cara agar bayi dari ibu yg ODP covid19 ttp bisa mendapat gizi dg aman. Thx mba..

    BalasHapus
  3. Menarik ulasannya. Artikel seperti ini masih jarang, biasanya kan tentang wabah korona ya tidak jauh-jauh dari langkah preventif untuk dewasa secara umum, bukan untuk bayi dan ibunya. Saat mengolah makanan untuk bayi harus diperhatikan kebersihan, gizi, dan tentu saja kehalalannya.

    BalasHapus
  4. Ternyata cuma beda pada proses sterilisasi botolnya saja ya, selebihnya prosesnya sama. Terima kasih atas sharingnya, sangat bermanfaat sekali. ...

    BalasHapus
  5. Tapi tetap saja was-was yaaa.. terimakasih artikel yang sangat informatif

    BalasHapus
  6. Bagus banget dibahas ini Mbak Susi, secara penularan yg semakin masif bisa saja menimbulkan salah paham di masyarakat ya Mbak. Krn ketidaktahuan malah membuang ASInya kan sayang. Intinya sering2 cuci tangan, noted.

    BalasHapus
  7. Minimnya orang pada informasi tentang Covid-19 ini memang kadang bikin runyam, dan Indonesia butuh blogger2 yang mau menuangkan informasi yang didapatkan untuk disebarkan ke yang lainnya agar tidak salah penanganan, termasuk juga untuk pemberian ASI. Semoga badai ini cepat berlalu

    BalasHapus
  8. Saya nih mbak, saking takutnya terpapar virus pulang dari mana2 langsung mandi ganti baju, motor dan alat2 lainnya di semprot desinfektan. Karena di rumah ada anak bayi yang masih asi jadi harus ekstra hati-hati. Begitu juga kalau bikin MP ASI, tangan lebih sering cuci tangan

    BalasHapus
  9. Nah, penting nih buat dibaca terutama buat yg ODP, soalnya masih banyak yg blm tahu ya sepertinya, akupun baru tahu nih

    BalasHapus
  10. Sangat infornatif sekali mbak tulisannya. Jadi ibu2 tidak perlu khawatir utk tetap menyusui buah hatinya.

    BalasHapus
  11. Nah artikel yang seperti ini penting nih dibaca ibuk-ibuk yang masih menyusui atau ngasih MPASI anaknya karena informatif sekali. Jadinya kita juga nggak perlu khawatir ya.

    BalasHapus
  12. Pastinya yang baca artikel ini lebih tenang. Betapa adanya pandemi membuat banyak orang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Berita simpang siur masih bertebaran. Semoga kian banyak orang yang paham serta tenang. Jangan sampai ibu dengan ODP dianggap berbahaya sepenuhnya sehingga harus dijauhkan, Itu tidak manusiawi dan harusnya dikuatkan agar bisa sembuh dan sehat lagi sepenuhnya

    BalasHapus